Selasa, 17 November 2015

KOMPUTERISASI DI BIDANG PERTANIAN

  

Era globalisasi saat ini sudah semakin maju dan berkembang, sudah sepantasnya mahasiswa calonsarjana yang kelak terjun dalam dunia kerja untuk mengetahui dan menguasaipenggunaan komputer. Sebab manfaatkomputer cukup beragam dimana dapat mempermudah kegiatan manusia disegala bidang seperti di bidang industri, pendidikan, kedokteran, perbankan,transportasi, telekomunikasi, lingkungan, ekologi, serta pertanian. Dalam bidangpertanian dimana kini pertanian bukan lagi dalam hal mencangkul dan menanam disawah, lebih dari itu teknologi komputer pun mulai diterapkan dalam bidangpertanian dengan tujuan mempermudah kegiatan-kegiatan pertanian.
E- Pertanian merupakan salah satu penerapan teknologi komputer di bidang pertanian. E-Pertanian adalah bidang muncul berfokus pada peningkatan pembangunanpertanian dan pedesaan melalui informasi yang ditingkatkan dan proses komunikasi.Lebih khusus lagi, e-Pertanian melibatkan konseptualisasi, desain, pengembangan,evaluasi dan penerapan cara-cara inovatif untuk menggunakan teknologi informasidan komunikasi (ICT) pada domain pedesaan, dengan fokus utama pada pertanian. E-Pertanian adalah istilah yang relatif baru dan kami sepenuhnya berharap ruanglingkup untuk berubah dan berkembang sebagai pemahaman kita daerah tumbuh.
E-Pertanian adalah salah satu baris aksi diidentifikasi dalam deklarasi dan rencanaaksi dari KTT Dunia tentang Masyarakat Informasi (WSIS). “Agenda Tunis untukMasyarakat Informasi,” diterbitkan pada tanggal 18 November 2005, menekankanperan memfasilitasi terkemuka yang badan-badan PBB harus bermain dalampelaksanaan Rencana Aksi Geneva. Pertanian dan Organisasi Pangan PerserikatanBangsa-Bangsa ( FAO ) telah menugaskan tanggung jawab mengorganisir kegiatanyang berkaitan dengan garis tindakan berdasarkan C.7 Aplikasi ICT di E-Pertanian.
Tahapan utama dari pertanian industri adalah: Tanaman budidaya , manajemen air ,Pupuk Aplikasi, fertigasi , manajemen Hama , panen , pasca panen penanganan,pengangkutan makanan / produk makanan , Kemasan , Makanan pelestarian ,pengolahan Makanan / penambahan nilai, Makanan manajemen mutu , keamananpangan , Makanan penyimpanan , Makanan pemasaran .
Seluruh stakeholder industri pertanian memerlukan informasi dan pengetahuantentang tahapan untuk mengelola secara efisien. Setiap sistem yang diterapkan untukmendapatkan informasi dan pengetahuan untuk membuat keputusan dalam setiapindustri harus memberikan yang akurat, lengkap, informasi ringkas dalam waktu atautepat waktu. Informasi yang diberikan oleh sistem harus dalam bentuk user-friendly,mudah diakses, biaya-efektif dan terlindung dengan baik dari akses yang tidak sah.


Gambar contoh  GIS (Geographical Information System) atau SIG ( Sistem Informasi dan Geografi).

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/GvSIG_-_GIS.jpg/250px-GvSIG_-_GIS.jpg


Kemudian contoh yang lain adalah GIS (Geographical Information System) atau SIG ( Sistem Informasi dan Geografi). SIG adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja
Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
Walaupun saat ini penggunaan SIG dalam bidang pertanian belum umum dipakai, karena seringnya SIG dipakai untuk melihat kerusakan lahan akibat bencana alam, tapi bukanya tidak mungkin penerapan SIG dalam dunia pertanian akan makin sering dipakai. Sistem SIG ini bukan semata-mata software atau aplikasi komputer, namun merupakan keseluruhan dari pekerjaan managemen pengelolaan lahan pertanian, pemetaan lahan, pencatatan kegiatan harian di kebun menjadi database, perencanaan sistem dan lain-lain. Sehingga bisa dikatakan merupakan perencanaan ulang pengelolaan pertanian menjadi sistem yang terintegrasi.
Kemudian dalam pemetaan lahan dan wilayah, SIG sangat berguna karena dapat mengetahui dimana lokasi yang cocok atau sesuai untuk pengelolaan di bidang pertanian. Sehingga lahan yang sesuai untuk pertanian tidak digunakan untuk perumahan dan sebagainya. 




Daftar pustaka
Irnazwen, fiogi. 2011.Penerapan Teknologi Informasi Komputer Dalam Teknologi Pertanian .http://fiogi.blog.unsoed.ac.id/2011/03/20/manfaat–teknologi–komputer–di–bidang-pengolahan-pangan/. Diaksestgl 5 juni 2012.
Saputra,zefron.2010.Manfaat Komputer Di Bidang Pertanian.http://zefpronsaputra.blogspot.com/2010/10/manfaat-komputer-di-bidang-pertanian.html. Diakses tgl 5 juni 2012.

Minggu, 23 Agustus 2015

BELANDA, LADANG INOVASI PERTERNAKAN DUNIA

Belanda merupakan negara yang terletak pada muara sungai yang rata dan rendah dengan wilayahnya sekitar 41.528 kilometer persegi, lebih kecil enam ribu kilometer persegi dari luas Jawa Timur. Hal tersebut memberikan ciri yang unik pada lanskapnya dengan hamparan pemandangan yang luas dengan bentang langit yang tak putus (nesoindonesia, 2015), sehingga sangat menguntungkan dalam bidang pertanian dan peternakan Belanda. 20% perekonomian Belanda ditopang dari agroindustri (Harianto, 2010). Menurut data statistika dari kementrian Belanda, sektor pertanian telah menyumbang 9,2% dari total GDP dan 9% penyerapan tenaga kerja pada tahun 2012 (Achmad, 2013). Lebih dari setengah, dari total permukaan tanah Belanda sebesar 4,15 juta hektar digunakan sebagai lahan pertanian. Pertanian di Belanda menggunakan sistem produksi yang efisien dan berkelanjutan. Sehingga saat ini Belanda masih memimpin mesin pasar global khususnya dibidang peternakan pada produk unggas, pengolahan daging merah, roti dan keju. (HollandTrade, 2013). 

 Selain holtikultur, peternakan di Belanda juga memegang kunci penting dari kemajuan pertanian Belanda. Inovasi dalam bidang peternakan terus dilakukan, seperti higienitas dan sanitasi; pakan; breeding; kesehatan dan animal welfare; serta pemasaran produk. Hal tersebut dilakukan agar didapatkan produk yang berkualias tinggi hingga sampai kekonsumen. Riset dan pengembangan dalam bidang peternakan juga dilakukan oleh pemerintah Belanda, misalnya menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi dan membentuk beberapa organisasi, seperti LTO, NZO dan ZulvelNL dalam bidang sapi perah; DPC di bidang unggas; dan NGZO di bidang kambing domba. Melalui organisasi inilah, pemerintah Belanda juga dapat menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan besar, seperti yakult europe, frieslandCampina, Danone dan yang lainnya (Zuivelnl, 2013; EDA, 2010).

Inovasi Belanda di bidang peternakan
Perunggasan
Unggas yang dibudidayakan di Belanda adalah ayam pedaging, peterlur, kalkun, dan yang lain. Tingkat konsumsi daging paling tinggi berasal dari ayam pedaging yakni 305,600 ton atau 18.5 kg per kapita. Selain daging, telur juga menjadi salah satu bahan pangan penting di Belanda. Telur banyak dimanfaatkan dalam pembuatan eskrim, roti, dan pasta. (PVE, 2013). Salah satu contoh inovasi yang dilakukan dibidang perunggasan adalah TopKip, mesin pemotong ayam. TopKip dapat meminimalisir terjadinya memar dan patah tulang pada ayam pasca pemotongan serta mengutamakan animal welfare (agar ayam tidak stress) sehingga didapat daging dengan kualitas tinggi. Efisiensi produksi yang didapat telah meningkatkan laba sebesar € 0,53 per ekor atau rata-rata € 12.500 per peternakan per tahun. Dengan TopKip, ayam mendapatkan pelukan hangat sebelum disembelih (smith, 2012).



Sapi perah
Belanda sangat khas dengan hamparan padang rumput hijau, kincir angin dan sekumpulan sapi berwarna hitam putih. Peternakan sapi perah di Belanda sangat diperhatikan oleh pemerintah. Belanda memiliki sekitar17.800 peternakan sapi dengan hampir 1,55 juta ekor sapi dengan prosuksi susunya sekitar 12,4 milyar kg. Pemerintah sendiri telah menyediakan lahan seluas 1,2 milyar hektar khusus untuk sapi-sapi perah ini merumput, luasnya hampir 28% dari luas Belanda sendiri. Selain dikonsumsi langsung, susu di Belanda juga diolah menjadi beberapa macam makanan, seperti keju, susu bubuk, fresh milk, butter dan lainnya (Zuivelnl, 2013). Dairyfoods.com (McCurry .2012). Nilai produksi kotor (GPV) dari peternakan sapi perah sebesar € 4,9 milyar (18 % dari total pertanian), jika dirupiahkan kurang lebih 193,2 triliun rupiah, angka yang fantastis untuk sapi perah.

Inovasi pada sapi perah telah dilakukan pemerintah Belanda yang diwakili oleh Dutch Dairy Board dengan universitas wageningen mengenai solusi gas metana yang dihasilkan dari peternakan sapi perah yakni Low-Emisi Animal Feed. Hasil penelitian ini ditukar dengan proyek-proyek nasional lainnya seperti ‘cows and opportunitie’, dan hasilnya juga digunakan untuk mengembangkan alat-alat praktis seperti ‘Carbon Feed Print’ dan Annual Nutrient Cycling Assessment’ agar dapat membantu peternak untuk berkontribusi dalam mengurangi metana (Dijkstra, 2015).
Sapi pedaging; kambing dan domba; serta babi.
Populasi sapi pedaging; kambing dan domba; serta babi pada tahun 2012 berturut- turut adalah 2,3 juta; 1, 4 juta ; 12,2 juta ekor dan turut serta mengisi jadwal padat eksport dan import di Belanda. Selain dimanfaatkan dagingnya, susu dari kambing domba juga dikembangkan di Belanda. Sektor peternakan babi di Belanda telah memiliki jaminan dari segi keamanan dan kualitas selama bertahun-tahun. Jumlah konsumsi dari daging babi sendiri juga tidak sedikit yakni 41 kg per orang (PVE, 2012).

Inovasi juga dilakukan pada peternakan sapi pedaging dan babi. Baru-baru ini, van den Broek, produsen makanan kemasan di Waalwijk, Belanda, telah menemukan bagaimana daging sapi segar agar dapat disimpan lebih lama dengan menambah sealant DuPont’s Surlyn® pada kemasan Hibassk high-barrier (Spinner, 2013). Dari sektor peternakan babi, inovasi juga dilakukan oleh desainer dan peneliti di Utrecht School of the Arts dan Wageningen UR yakni game untuk babi. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kondisi binatang (agar tidak stress) serta mengurangi agresi antar babi (menggigit ekor) sehingga didapatkan hasil ternak (daging) yang berkualitas. Cara bermainnya cukup mudah, Seekor babi mengikuti cahaya di dinding yang dikendalikan oleh seseorang melalui iPad, apakah anda ingin mencobanya? (Hsu, 2012).
Pengolahan hasil peternakan
Keju merupakan salah satu olahan hasil peternakan yang paling terkenaldi Belanda (55,8%). Makanan yang berbahan dasar dari susu ini telah dibuat pada masa Julius Caesar dan sempat menjadi produk unggulan bagi Belanda pada tahun 1970-an. Rasa khas dari keju belanda yang manis telah dijaga secara turun-temurun oleh generasinya. Nama-nama keju Belanda pun bermacam-macam, disesuaikan dengan nama kota dimana keju itu dibuat, seperti Edam, Zeekraalkaas, Friesian, Gouda, Leiden, Maasdam, dan yang lain (Anonimous, 2013; Nusrat, 2012). Belanda telah menunjukkan keahliannya dalam membuat keju dengan berbagai macam tekstur dan nama. Inovasi terbaru dari DSM, mereka menyebutkan telah membuat keju inovatif dengan bahan pilihan dan teknologi yang terbaru sehingga diperoleh hasil keju yang fleksibel sehingga dapat dibentuk sesuai keinginan konsumen. Seperti apa jelasnya, saya pun penasaran dan ingin melihatnya langsung (DSMfood, 2014).


(www.dutchreview.com , www.hollandfoodpartner.com )

Sembilan Kunci Inovatif Selamatkan Sektor Pertanian

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Kementerian Pertanian RI mengenalkan Program "Sembilan Produk Inovatif Sumberdaya Lahan Pertanian Terkait Perubahan Iklim". Produk-produk inovatif tersebut dinilai bisa menyelamatkan sektor pertanian dari ancaman krisis sekaligus meningkatkan daya saing ekonominya. Produk-produk tersebut meliputi :
1. Pengenalan Kalender Tanam Terpadu
2. Perubahan Iklim Sektor Pertanian
3. Teknik Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian
4. Teknik Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian
5. Cara Mengelola Lahan Gambut Berkelanjutan
6. Teknik Identifikasi dan Karakterisasi Lahan Gambut
7. Panduan Teknis Pengukuran Gas Rumah Kaca
8. Panduan Teknis Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut
9. Peta Gambut Indonesia
Pada kesempatan pembukaan Ka. Badan Litbang Pertanian menyambut hangat dan sangat mengapresiasi peluncuran kesembilan produk tersebut. Produk-produk yang dihasilkan merupakan hasil kolaborasi peneliti berbagai lembaga riset di bawah Badan Litbang Pertanian dan lembaga riset lainnya antara lain BBSDLP, Balitklimat, Balittanah, Balingtan, Balittrawa, ?BPTP terkait di seluruh wilayah?Indonesia, BMKG, BPPT dan institusi lainnya.
Pada kesempatan soft launching ini diserahkan paket produk inovatif tersebut kepada berbagai institusi terkait antara lain: BPPT (Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi), BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), dan Dirjen Tanaman Pangan.
Acara soft launching ini juga mendemonstrasikan Penggunaan Program Katam Terpadu dan penyajian slide show tentang Roadmap Perubahan Iklim Sektor Pertanian, Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian, Pedoman Umum Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian, dan Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. (bn)